Table of Contents
▼Dunia e-commerce terus bergerak dinamis, dan Google sebagai mesin pencari terdepan senantiasa melakukan penyesuaian untuk memberikan pengalaman terbaik bagi pengguna. Salah satu pembaruan penting yang baru-baru ini diumumkan Google adalah terkait syarat implementasi data terstruktur untuk kebijakan pengembalian produk atau return policy. Bagi para pelaku bisnis online, memahami dan segera mengadaptasi perubahan ini bukan sekadar kepatuhan, melainkan sebuah strategi krusial untuk menjaga visibilitas situs dan kepercayaan pelanggan. Artikel ini akan mengupas tuntas apa saja yang berubah, mengapa ini penting, dan bagaimana Anda bisa memenuhinya.
Mengapa Data Terstruktur Kebijakan Pengembalian Penting?
Dalam lanskap digital yang kompetitif, setiap elemen yang dapat meningkatkan pemahaman mesin pencari terhadap konten situs Anda menjadi sangat berharga. Data terstruktur, atau structured data, adalah cara Anda "berbicara" langsung kepada Google dan mesin pencari lainnya menggunakan kode yang terstandarisasi. Tujuannya adalah agar mereka dapat mengindeks, memahami, dan menampilkan informasi di situs Anda dengan lebih akurat dan kaya.
Khususnya untuk kebijakan pengembalian, informasi ini sangat krusial bagi calon pembeli. Sebuah kebijakan pengembalian yang jelas, mudah diakses, dan terstruktur dengan baik dapat menjadi penentu keputusan pembelian. Ketika Google mengenali dan dapat menampilkan informasi kebijakan pengembalian produk Anda secara menonjol dalam hasil pencarian, ini tidak hanya meningkatkan click-through rate (CTR) tetapi juga membangun kredibilitas bisnis Anda. Pengguna akan merasa lebih aman berbelanja jika mereka tahu persis bagaimana proses pengembalian jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.
Perubahan Terbaru Google: Penekanan pada `returnPolicyCountry`
Inti dari pembaruan terbaru Google terkait data terstruktur return policy adalah kewajiban baru untuk menentukan negara mana yang dicakup oleh kebijakan pengembalian Anda. Sebelumnya, dalam skema MerchantReturnPolicy, beberapa properti seperti returnPolicyCategory, merchantReturnDays, dan returnFees sudah umum digunakan. Namun, kini Google secara eksplisit menjadikannya sebagai field wajib dalam dokumentasinya, yaitu returnPolicyCountry.
Ini berarti, ketika Anda mengimplementasikan skema MerchantReturnPolicy pada halaman produk atau penawaran Anda, Anda harus menyertakan informasi spesifik mengenai negara tempat kebijakan pengembalian tersebut berlaku.
Apa Arti `returnPolicyCountry` yang Wajib?
Properti returnPolicyCountry ini menuntut Anda untuk menyediakan kode negara standar internasional. Kode yang digunakan adalah format dua huruf ISO 3166-1 alpha-2. Contohnya, untuk Indonesia adalah "ID", untuk Amerika Serikat "US", dan untuk Swiss "CH" seperti yang tertera dalam contoh dokumentasi Google.
Penting untuk dicatat bahwa jika kebijakan pengembalian Anda berlaku global atau berlaku di banyak negara, Anda perlu mencantumkan setiap kode negara yang relevan. Ini menunjukkan bahwa Anda telah mempertimbangkan aspek geografis dari kebijakan Anda secara rinci.
Contoh Implementasi yang Benar
Mari kita lihat bagaimana implementasi ini seharusnya terlihat dalam kode Anda. Mengacu pada contoh yang diberikan Google, sebuah implementasi data terstruktur yang benar untuk kebijakan pengembalian produk kini harus mencakup returnPolicyCountry sebagai berikut:
"@context": "https://schema.org",
"@type": "MerchantReturnPolicy",
"applicableCountry": "ID", // Negara tempat kebijakan berlaku
"returnPolicyCountry": "ID", // Wajib: Kode negara untuk kebijakan ini
"returnPolicyCategory": "https://schema.org/MerchantReturnFiniteReturnWindow", // Kategori kebijakan
"merchantReturnDays": 30, // Jumlah hari pengembalian
"returnMethod": "https://schema.org/ReturnByMail", // Metode pengembalian
"returnFees": "https://schema.org/FreeReturn" // Biaya pengembalian
Perhatikan bahwa applicableCountry dan returnPolicyCountry kini sama-sama krusial. Jika Anda menjual produk ke pelanggan di Indonesia, maka kedua field ini harus mencantumkan kode "ID". Jika Anda juga menjual ke Malaysia, Anda perlu membuat entri terpisah atau menambahkan "MY" jika skema memungkinkan agregasi (namun, praktik terbaiknya adalah per negara jika ada perbedaan kebijakan).
Mengapa Perubahan Ini Sangat Penting untuk Bisnis Online?
Perubahan ini bukan sekadar detail teknis yang bisa diabaikan. Ada beberapa alasan kuat mengapa bisnis e-commerce harus segera bertindak:
-
Visibilitas Hasil Pencarian yang Lebih Baik: Google menggunakan data terstruktur untuk menampilkan informasi produk secara kaya dan informatif langsung di halaman hasil pencarian. Dengan data kebijakan pengembalian yang akurat dan terstruktur, produk Anda berpotensi mendapatkan tampilan yang lebih menonjol, seperti menampilkan ikon atau teks khusus terkait kebijakan pengembalian. Ini secara langsung dapat meningkatkan peluang produk Anda diklik.
-
Membangun Kepercayaan Pelanggan: Kemudahan akses informasi yang akurat mengenai kebijakan pengembalian, tanpa harus mengklik ke halaman lain, akan meningkatkan kepercayaan calon pembeli. Mereka merasa lebih aman dan yakin untuk melakukan transaksi. Dalam dunia e-commerce, kepercayaan adalah mata uang yang sangat berharga.
-
Menghindari Penalti atau Penurunan Peringkat: Meskipun Google tidak secara eksplisit menyatakan akan memberikan penalti, ketidakpatuhan terhadap pedoman data terstruktur dapat menyebabkan informasi produk Anda tidak ditampilkan dengan benar di hasil pencarian. Ini berarti kehilangan kesempatan untuk tampil menonjol dan berpotensi menyebabkan peringkat yang kurang optimal karena mesin pencari kesulitan memahami konten Anda secara utuh.
-
Pengalaman Pengguna yang Lebih Baik: Tujuan utama Google adalah menyajikan informasi yang paling relevan dan berguna bagi penggunanya. Dengan mengimplementasikan data terstruktur yang akurat untuk kebijakan pengembalian, Anda membantu Google memahami produk dan penawaran Anda, sehingga dapat menampilkannya kepada audiens yang tepat.
Implikasi bagi Penjual Internasional
Bagi bisnis yang beroperasi di berbagai negara, pembaruan ini menjadi sangat relevan. Anda perlu memastikan bahwa setiap kebijakan pengembalian yang Anda miliki telah ditandai dengan benar untuk negara yang sesuai. Ini mungkin memerlukan peninjauan ulang struktur kebijakan pengembalian Anda dan bagaimana Anda mengkodekannya dalam data terstruktur.
Misalnya, jika Anda memiliki kebijakan pengembalian 30 hari gratis untuk pelanggan di Amerika Serikat, tetapi hanya 15 hari dengan biaya pengiriman untuk pelanggan di negara lain, Anda harus mencerminkan perbedaan ini dengan jelas dalam markup Anda.
Strategi Implementasi yang Efektif
Bagaimana cara memastikan Anda menerapkan pembaruan ini dengan benar? Berikut adalah beberapa langkah strategis yang bisa Anda ambil:
1. Audit Data Terstruktur yang Ada
Langkah pertama adalah meninjau semua data terstruktur MerchantReturnPolicy yang saat ini terpasang di situs web Anda. Gunakan alat seperti Google Rich Results Test untuk memindai halaman produk Anda dan mengidentifikasi skema yang ada.
Periksa apakah returnPolicyCountry sudah disertakan dan apakah nilainya sudah benar. Jika belum ada, Anda perlu menambahkannya.
2. Pahami Kode Negara ISO 3166-1 Alpha-2
Pastikan Anda familiar dengan kode dua huruf ISO 3166-1 alpha-2 untuk semua negara tempat Anda beroperasi. Daftar lengkap kode ini tersedia di situs web standar internasional. Kesalahan dalam kode negara dapat menyebabkan informasi Anda ditampilkan di lokasi yang salah atau bahkan tidak terdeteksi sama sekali.
3. Perbarui Skema Anda
Setelah mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki, perbarui kode data terstruktur Anda. Ini bisa dilakukan melalui:
- JSON-LD: Metode yang paling direkomendasikan oleh Google. Anda dapat menambahkan blok JSON-LD ke bagian
<head>atau<body>halaman HTML Anda. - Microdata: Menggunakan atribut HTML khusus pada elemen-elemen di halaman Anda.
- RDFa: Mirip dengan microdata, menggunakan atribut HTML.
Pastikan properti returnPolicyCountry diisi dengan kode negara yang benar, misalnya "returnPolicyCountry": "ID" untuk Indonesia.
4. Pertimbangkan Properti Tambahan yang Direkomendasikan
Selain returnPolicyCountry yang kini wajib, Google juga merekomendasikan properti lain untuk memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang kebijakan pengembalian Anda. Properti ini meliputi:
returnShippingCost: Biaya yang dikenakan untuk pengiriman pengembalian.returnLabelDescription: Deskripsi label pengembalian.restockingFee: Biaya tambahan yang dikenakan jika barang dikembalikan dalam kondisi tertentu.merchantTakesReturn: Menunjukkan apakah pedagang menerima pengembalian.
Menyertakan properti-properti ini akan membuat informasi kebijakan pengembalian Anda semakin komprehensif dan membantu pengguna membuat keputusan yang lebih terinformasi.
5. Uji dan Validasi Implementasi Anda
Setelah melakukan pembaruan, sangat penting untuk mengujinya. Gunakan kembali Google Rich Results Test untuk memvalidasi bahwa skema Anda kini sudah benar dan bebas dari error. Alat ini akan memberi tahu Anda jika ada masalah yang perlu diperbaiki.
6. Pantau Performa di Google Search Console
Google Search Console (GSC) adalah sahabat terbaik Anda dalam memantau bagaimana Google mengindeks situs Anda. Periksa laporan terkait rich results atau enhancements di GSC. Cari bagian yang berkaitan dengan product schema atau merchant listings.
Perhatikan apakah ada pesan error atau peringatan terkait data terstruktur return policy Anda. Pantau juga bagaimana tampilan produk Anda di hasil pencarian setelah pembaruan dilakukan. Apakah ada peningkatan dalam tampilan kaya (rich snippets)?
Memanfaatkan Peluang dari Perubahan Ini
Perubahan syarat data terstruktur ini bukanlah sekadar tugas teknis yang memberatkan. Sebaliknya, ini adalah peluang emas bagi bisnis Anda untuk membedakan diri dari kompetitor.
Dengan proaktif mengimplementasikan returnPolicyCountry dan melengkapi data terstruktur Anda, Anda menunjukkan kepada Google dan pelanggan bahwa Anda adalah bisnis yang serius, transparan, dan peduli terhadap pengalaman pelanggan.
Ini adalah investasi kecil dalam hal waktu dan sumber daya teknis, namun dapat memberikan imbal hasil besar dalam bentuk visibilitas pencarian yang lebih baik, peningkatan kepercayaan pelanggan, dan pada akhirnya, pertumbuhan penjualan online Anda.
Jangan tunda lagi. Segera tinjau kebijakan pengembalian Anda, pahami persyaratan baru dari Google, dan pastikan data terstruktur di situs Anda selalu up-to-date.
Kesimpulan
Google terus berinovasi untuk memberikan pengalaman pencarian terbaik, dan pembaruan syarat data terstruktur untuk kebijakan pengembalian adalah salah satu contohnya. Kewajiban untuk menyertakan returnPolicyCountry dalam skema MerchantReturnPolicy adalah langkah penting bagi bisnis e-commerce untuk meningkatkan visibilitas, membangun kepercayaan, dan memberikan informasi yang akurat kepada calon pelanggan. Dengan audit, pembaruan, pengujian, dan pemantauan yang cermat, Anda dapat memastikan situs Anda mematuhi pedoman terbaru dan memanfaatkan peluang yang ada.
Bagikan artikel ini jika Anda merasa informasinya bermanfaat, dan jangan ragu untuk memberikan komentar atau pertanyaan Anda di bawah.
FAQ (Pertanyaan Sering Diajukan)
1. Apa yang terjadi jika saya tidak menambahkan `returnPolicyCountry`?
Jika Anda tidak menambahkan properti `returnPolicyCountry` yang kini wajib, Google mungkin tidak dapat menampilkan informasi kebijakan pengembalian produk Anda secara kaya di hasil pencarian. Ini bisa berujung pada penurunan visibilitas dan hilangnya kesempatan untuk menarik perhatian calon pembeli.
2. Apakah saya perlu menambahkan kode negara untuk setiap negara tempat saya menjual?
Ya, jika kebijakan pengembalian Anda berbeda untuk setiap negara, Anda perlu mencantumkan kode negara yang relevan untuk setiap kebijakan spesifik tersebut. Jika kebijakan Anda sama untuk beberapa negara, Anda bisa mencantumkan semua kode negara yang berlaku.
3. Bagaimana cara menguji apakah data terstruktur `returnPolicyCountry` saya sudah benar?
Cara terbaik untuk menguji implementasi data terstruktur Anda adalah dengan menggunakan Google Rich Results Test. Masukkan URL halaman produk Anda ke dalam alat ini, dan ia akan memberi tahu Anda jika ada error atau peringatan terkait skema yang Anda gunakan, termasuk `returnPolicyCountry`.