Memuat...
👋 Selamat Pagi!

Cara Memperbaiki Website Yang Tidak Terindeks Google

Pernah nggak sih, kamu ngerasa udah capek-capek bikin website keren, posting konten berkualitas, eh... pas dicari di Google, malah nggak muncul sama sekali? Ras...

Cara Memperbaiki Website Yang Tidak Terindeks Google

Pernah nggak sih, kamu ngerasa udah capek-capek bikin website keren, posting konten berkualitas, eh... pas dicari di Google, malah nggak muncul sama sekali? Rasanya kayak curhat sama tembok, kan?

Masalah website yang nggak terindeks Google ini memang bikin frustrasi. Padahal, website itu ibarat toko online kamu. Kalau nggak ada yang bisa nemuin, ya sama aja bohong.

Tenang, kamu nggak sendirian! Banyak pemilik website mengalami hal serupa. Kabar baiknya, ada banyak cara memperbaiki website yang tidak terindeks Google. Artikel ini akan membongkar semua trik dan tipsnya, step-by-step, biar website kamu nongol di halaman pertama Google dan banjir pengunjung! Kita akan membahas mulai dari hal-hal teknis sampai strategi konten yang jitu. Yuk, simak!

Cara Memperbaiki Website yang Tidak Terindeks Google: Panduan Lengkap

Kenapa sih website bisa nggak terindeks Google? Ada banyak faktor yang bisa jadi penyebabnya. Mulai dari masalah teknis, kesalahan konfigurasi, sampai konten yang kurang optimal. Kita bedah satu per satu, ya!

Memastikan Website Terverifikasi di Google Search Console

Google Search Console (GSC) itu ibarat ruang kontrol website kamu di mata Google. Dengan GSC, kamu bisa memantau kinerja website, melihat masalah indeksasi, dan bahkan meminta Google untuk mengindeks ulang website kamu.

  • Verifikasi Website: Langkah pertama adalah memverifikasi kepemilikan website kamu di GSC. Caranya gampang kok, ikuti aja petunjuk yang diberikan Google. Biasanya, kamu perlu menambahkan kode HTML ke website atau menggunakan DNS record.
  • Submit Sitemap: Setelah verifikasi, submit sitemap website kamu ke GSC. Sitemap itu kayak peta website yang memudahkan Googlebot (robot perayap Google) untuk menjelajahi dan mengindeks semua halaman website kamu.
  • Periksa Coverage Report: Di GSC, ada bagian "Coverage" yang menunjukkan halaman mana yang berhasil diindeks, halaman mana yang error, dan halaman mana yang dikecualikan. Perhatikan error yang muncul dan segera perbaiki.

Mengecek File Robots.txt

File robots.txt adalah file teks yang memberi tahu Googlebot halaman mana yang boleh dan tidak boleh dirayapi di website kamu. Kesalahan konfigurasi di file ini bisa jadi penyebab utama website nggak terindeks.

  • Lokasi File: File robots.txt harus berada di root directory website kamu (misalnya, www.contohwebsite.com/robots.txt).
  • Periksa Disallow: Pastikan kamu nggak secara tidak sengaja melarang Googlebot untuk merayapi seluruh website kamu. Kode Disallow: / akan memblokir semua halaman. Hindari ini, kecuali kamu memang sengaja ingin menyembunyikan bagian tertentu dari website.
  • Gunakan Google Search Console: GSC punya fitur "Robots.txt Tester" yang bisa kamu gunakan untuk memeriksa apakah file robots.txt kamu sudah benar dan tidak memblokir halaman penting.

Memastikan Tidak Ada Tag "Noindex"

Tag "noindex" adalah meta tag yang memberi tahu mesin pencari untuk tidak mengindeks halaman tertentu. Tag ini biasanya diletakkan di bagian <head> dari kode HTML halaman.

  • Periksa Kode HTML: Teliti kode HTML setiap halaman website kamu. Cari tag <meta name="robots" content="noindex">. Jika ada, hapus atau ubah menjadi <meta name="robots" content="index"> kalau kamu ingin halaman tersebut diindeks.
  • Plugin SEO: Kalau kamu pakai plugin SEO seperti Yoast SEO atau Rank Math, periksa pengaturan "noindex" di plugin tersebut. Pastikan kamu nggak secara tidak sengaja mengaktifkan opsi "noindex" untuk halaman atau kategori tertentu.

Memperbaiki Masalah Teknis Website

Masalah teknis website bisa menghambat proses indeksasi oleh Google. Berikut beberapa masalah teknis yang perlu kamu perhatikan:

  • Kecepatan Website: Website yang lambat bikin Googlebot males merayapi. Optimalkan kecepatan website kamu dengan mengompres gambar, menggunakan caching, dan memilih hosting yang berkualitas.
  • Mobile-Friendly: Google lebih memprioritaskan website yang mobile-friendly. Pastikan website kamu responsif dan tampil baik di semua perangkat.
  • Broken Links: Link yang rusak (error 404) bikin Googlebot bingung dan bisa menurunkan ranking website kamu. Perbaiki semua broken links yang ada.
  • Struktur Website: Struktur website yang jelas dan terorganisir memudahkan Googlebot untuk menjelajahi dan memahami konten website kamu. Buat navigasi yang intuitif dan gunakan internal linking yang relevan.

Membuat Konten Berkualitas Tinggi

Konten adalah raja! Google lebih menyukai website yang menyediakan konten berkualitas tinggi, relevan, dan bermanfaat bagi pengguna.

  • Riset Kata Kunci: Lakukan riset kata kunci untuk menemukan kata kunci yang banyak dicari orang dan relevan dengan niche website kamu. Gunakan kata kunci ini secara alami di judul, deskripsi, dan konten website kamu.
  • Konten Orisinal: Hindari plagiarisme! Buat konten yang orisinal dan unik. Google akan menghukum website yang menjiplak konten dari website lain.
  • Konten Mendalam: Jangan cuma bikin artikel yang cetek. Buat konten yang mendalam, komprehensif, dan memberikan nilai tambah bagi pembaca.
  • Update Konten: Jangan biarkan website kamu berdebu! Update konten secara berkala agar tetap relevan dan fresh.

Membangun Backlink Berkualitas

Backlink adalah link dari website lain yang mengarah ke website kamu. Backlink berkualitas dari website yang terpercaya bisa meningkatkan otoritas website kamu di mata Google.

  • Guest Posting: Tulis artikel berkualitas untuk website lain di niche yang sama dan sertakan link ke website kamu di artikel tersebut.
  • Broken Link Building: Temukan website yang memiliki broken links dan tawarkan untuk mengganti link yang rusak dengan link ke konten relevan di website kamu.
  • Social Media: Bagikan konten website kamu di media sosial. Ini bisa meningkatkan visibilitas website kamu dan menarik backlink dari website lain.
  • Direktori Bisnis: Daftarkan website kamu di direktori bisnis online yang terpercaya.

Memantau dan Menganalisis Data

Setelah menerapkan semua langkah di atas, jangan lupa untuk terus memantau dan menganalisis data website kamu. Gunakan Google Analytics dan Google Search Console untuk melihat bagaimana kinerja website kamu, kata kunci apa yang mendatangkan traffic, dan masalah apa yang perlu diperbaiki. Dengan data yang akurat, kamu bisa terus mengoptimalkan website kamu agar semakin mudah ditemukan di Google.

Menggunakan Jasa Pembuatan Website Profesional

Jika kamu merasa kesulitan dengan semua hal teknis di atas, jangan ragu untuk menggunakan jasa pembuatan website profesional. Dengan bantuan ahli, kamu bisa memiliki website yang optimal dari segi SEO dan teknis, sehingga lebih mudah terindeks Google. Salah satu rekomendasi kami adalah KerjaKode.com, mereka memiliki pengalaman dalam membuat website yang SEO-friendly dan membantu bisnis kamu berkembang.

Pentingnya Internal Linking

Jangan lupakan kekuatan internal linking. Membuat tautan dari satu halaman website ke halaman lainnya membantu Google memahami struktur website kamu dan mengindeks konten dengan lebih efisien. Misalnya, saat membahas tentang masalah teknis website, kamu bisa menambahkan internal link ke artikel lain di website kamu yang membahas secara lebih detail tentang Cara Memperbaiki Website yang Tidak Terindeks Google. Ini akan meningkatkan user experience dan membantu Google memahami konteks konten kamu.

Kesimpulan

Cara memperbaiki website yang tidak terindeks Google memang membutuhkan waktu dan usaha. Tapi, dengan mengikuti panduan lengkap di atas, kamu bisa meningkatkan peluang website kamu untuk muncul di halaman pertama Google. Ingat, kunci utamanya adalah memastikan website kamu terverifikasi di Google Search Console, tidak ada kesalahan di file robots.txt dan tag "noindex", website cepat dan mobile-friendly, konten berkualitas tinggi, dan backlink berkualitas. Jangan lupa untuk terus memantau dan menganalisis data website kamu.

Punya pengalaman lain tentang website yang nggak terindeks Google? Atau punya pertanyaan seputar SEO? Yuk, share di kolom komentar! Kita diskusi bareng!

FAQ: Pertanyaan Seputar Website yang Tidak Terindeks Google

1. Berapa lama waktu yang dibutuhkan agar website terindeks Google?

Waktu yang dibutuhkan agar website terindeks Google bervariasi, tergantung pada beberapa faktor seperti usia website, kualitas konten, dan otoritas website. Biasanya, website baru bisa terindeks dalam beberapa hari hingga beberapa minggu.

2. Apa yang harus dilakukan jika website sudah lama dibuat tapi masih belum terindeks Google?

Jika website sudah lama dibuat tapi masih belum terindeks Google, periksa semua faktor yang telah dibahas di atas. Pastikan website kamu terverifikasi di Google Search Console, tidak ada kesalahan di file robots.txt dan tag "noindex", website cepat dan mobile-friendly, konten berkualitas tinggi, dan backlink berkualitas. Kamu juga bisa meminta Google untuk mengindeks ulang website kamu melalui Google Search Console.

3. Apakah backlink dari website yang berkualitas rendah bisa membahayakan website saya?

Ya, backlink dari website yang berkualitas rendah atau spammy bisa membahayakan website kamu. Google bisa menghukum website yang memiliki terlalu banyak backlink berkualitas rendah dengan menurunkan ranking website tersebut. Hindari membeli backlink atau terlibat dalam praktik link building yang tidak etis. Fokuslah pada membangun backlink berkualitas secara alami.

Ajie Kusumadhany
Written by

Ajie Kusumadhany

admin

Founder & Lead Developer KerjaKode. Berpengalaman dalam pengembangan web modern dengan Laravel, Vue.js, dan teknologi terkini. Passionate tentang coding, teknologi, dan berbagi pengetahuan melalui artikel.

Promo Spesial Hari Ini!

10% DISKON

Promo berakhir dalam:

00 Jam
:
00 Menit
:
00 Detik
Klaim Promo Sekarang!

*Promo berlaku untuk order hari ini

0
User Online
Halo! 👋
Kerjakode Support Online
×

👋 Hai! Pilih layanan yang kamu butuhkan:

Chat WhatsApp Sekarang