Table of Contents
▼Pernah nggak sih, website kamu terasa seperti rumah yang berantakan? Isinya penting semua, tapi nyari barangnya bikin pusing tujuh keliling. Update konten jadi mimpi buruk, dan akhirnya website terbengkalai begitu saja.
Banyak pemilik bisnis, blogger, atau bahkan freelancer mengalami hal serupa. Website yang seharusnya jadi aset, malah jadi beban. Padahal, website yang mudah dikelola dan di-update itu kunci sukses online.
Nah, di artikel ini, kita akan membahas 7 Tips Membuat Website yang Mudah Dikelola dan Update. Dijamin, setelah baca ini, website kamu bakal rapi, terstruktur, dan nggak bikin frustrasi lagi. Siap? Yuk, kita mulai!
7 Tips Membuat Website yang Mudah Dikelola dan Update
1. Pilih Platform yang Tepat: CMS Itu Kunci!
Memilih Content Management System (CMS) itu kayak milih pondasi rumah. Salah pilih, bisa repot di kemudian hari. CMS yang baik akan mempermudah kamu dalam mengelola konten, desain, dan fitur website.
WordPress adalah pilihan paling populer, dan alasannya jelas: fleksibel, mudah digunakan, dan punya ribuan plugin serta tema yang bisa disesuaikan dengan kebutuhanmu. Selain WordPress, ada juga Joomla, Drupal, atau platform website builder seperti Wix atau Squarespace.
Penting untuk mempertimbangkan skill teknis kamu dan kebutuhan website saat memilih platform. Jika kamu bukan developer, platform dengan drag-and-drop interface seperti Wix atau Squarespace mungkin lebih cocok. Tapi, jika kamu butuh fleksibilitas dan kontrol penuh, WordPress adalah pilihan yang lebih baik.
2. Gunakan Tema yang Bersih dan Terstruktur
Tema website itu kayak cat tembok dan perabotan rumah. Tampilan yang menarik memang penting, tapi jangan sampai mengorbankan kemudahan navigasi dan struktur konten.
Pilih tema yang responsif (mobile-friendly), punya desain yang bersih, dan mudah dikustomisasi. Hindari tema yang terlalu banyak fitur atau elemen dekoratif yang tidak perlu. Semakin sederhana, semakin mudah dikelola.
Pastikan tema yang kamu pilih juga kompatibel dengan plugin yang ingin kamu gunakan. Cek review dan rating tema sebelum menginstalnya untuk memastikan kualitas dan keamanannya.
3. Struktur Konten dengan Heading dan Subheading
Bayangkan membaca buku tanpa bab dan subbab. Pasti pusing, kan? Sama halnya dengan website. Struktur konten yang baik akan membantu pengunjung dan mesin pencari memahami isi website kamu.
Gunakan heading (H1, H2, H3, dst.) untuk memecah konten menjadi bagian-bagian yang lebih kecil. Heading H1 biasanya digunakan untuk judul halaman, H2 untuk bagian utama, dan H3 untuk subbagian.
Dengan struktur konten yang jelas, pengunjung bisa dengan mudah menemukan informasi yang mereka cari. Mesin pencari juga akan lebih mudah mengindeks website kamu, yang pada akhirnya akan meningkatkan peringkat di hasil pencarian.
4. Optimalkan Gambar dan Media Lainnya
Gambar dan video memang membuat website lebih menarik, tapi jika tidak dioptimalkan, bisa memperlambat loading website. Website yang lambat akan membuat pengunjung frustrasi dan meninggalkan website kamu.
Kompres gambar sebelum mengunggahnya ke website. Gunakan format gambar yang tepat (JPEG untuk foto, PNG untuk grafik). Beri nama file gambar yang deskriptif dan tambahkan alt text untuk SEO.
Untuk video, pertimbangkan untuk meng-embed video dari platform seperti YouTube atau Vimeo daripada mengunggahnya langsung ke server website. Ini akan mengurangi beban server dan mempercepat loading website.
5. Manfaatkan Plugin yang Berguna
Plugin itu kayak aplikasi di smartphone. Mereka menambahkan fitur dan fungsionalitas tambahan ke website kamu. Ada ribuan plugin WordPress yang tersedia, mulai dari plugin SEO, plugin keamanan, hingga plugin e-commerce.
Pilih plugin yang benar-benar kamu butuhkan dan pastikan mereka kompatibel dengan tema dan versi WordPress yang kamu gunakan. Terlalu banyak plugin bisa memperlambat website dan meningkatkan risiko keamanan.
Beberapa plugin yang sangat berguna untuk mengelola website adalah plugin SEO (seperti Yoast SEO atau Rank Math), plugin caching (seperti WP Rocket atau LiteSpeed Cache), dan plugin keamanan (seperti Wordfence atau Sucuri).
6. Buat Backup Secara Teratur
Backup itu kayak asuransi. Kita nggak pernah tahu kapan musibah akan datang. Website bisa terkena hack, error, atau bahkan tidak sengaja terhapus. Tanpa backup, semua kerja kerasmu bisa hilang dalam sekejap.
Buat backup website secara teratur, minimal seminggu sekali. Simpan backup di tempat yang aman, seperti di cloud storage (Google Drive, Dropbox) atau di hard drive eksternal.
Ada banyak plugin backup WordPress yang bisa kamu gunakan, seperti UpdraftPlus atau BackupBuddy. Plugin ini akan membuat backup secara otomatis dan menyimpannya di lokasi yang kamu tentukan.
7. Rutin Update Software dan Plugin
Software dan plugin yang usang rentan terhadap serangan hacker. Update software dan plugin secara teratur untuk memastikan keamanan website kamu.
WordPress biasanya akan memberikan notifikasi jika ada update yang tersedia. Jangan tunda untuk melakukan update. Update biasanya berisi perbaikan bug, peningkatan keamanan, dan fitur-fitur baru.
Pastikan untuk membuat backup website sebelum melakukan update. Jika terjadi masalah setelah update, kamu bisa dengan mudah mengembalikan website ke versi sebelumnya.
Selain itu, pertimbangkan untuk menggunakan jasa pembuatan website dari kerjakode.com. Mereka dapat membantu Anda membangun website yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga mudah dikelola dan di-update, sehingga Anda dapat fokus pada pengembangan bisnis Anda. Mereka juga ahli dalam menerapkan 7 Tips Membuat Website yang Mudah Dikelola dan Update yang kita bahas di artikel ini.
Kesimpulan
Membuat website yang mudah dikelola dan di-update memang butuh sedikit usaha, tapi hasilnya akan sangat bermanfaat. Dengan platform yang tepat, tema yang bersih, struktur konten yang jelas, dan plugin yang berguna, kamu bisa punya website yang rapi, terstruktur, dan nggak bikin frustrasi.
Jangan lupa untuk selalu mengoptimalkan gambar, membuat backup secara teratur, dan rutin update software dan plugin.
Bagaimana pengalamanmu mengelola website? Tips apa yang paling berguna menurutmu? Share di kolom komentar, ya!
Oh ya, jika kamu ingin belajar lebih lanjut tentang membuat website yang mudah dikelola, baca juga artikel kami tentang 7 Tips Membuat Website yang Mudah Dikelola dan Update.
FAQ
1. CMS apa yang paling cocok untuk website bisnis kecil?
WordPress adalah pilihan yang sangat baik untuk website bisnis kecil. Fleksibel, mudah digunakan, dan punya banyak plugin yang bisa membantu kamu mengembangkan bisnis online. Platform website builder seperti Wix atau Squarespace juga bisa menjadi pilihan jika kamu tidak punya skill teknis.
2. Seberapa sering saya harus membuat backup website?
Idealnya, kamu harus membuat backup website minimal seminggu sekali. Jika kamu sering melakukan perubahan pada website, pertimbangkan untuk membuat backup lebih sering, misalnya setiap hari.
3. Bagaimana cara memilih plugin WordPress yang aman?
Cek review dan rating plugin sebelum menginstalnya. Pilih plugin yang aktif dikembangkan dan punya dukungan yang baik. Hindari plugin yang sudah lama tidak diupdate atau punya rating yang buruk.
Semoga artikel ini bermanfaat!