Memuat...
👋 Selamat Pagi!

7 Tips Membuat Website Yang Memiliki Fitur Yang Mudah Digunakan

Pernah gak sih, kamu mengunjungi sebuah website dan langsung merasa frustrasi? Mencari informasi yang dibutuhkan terasa seperti labirin tanpa ujung, tombol-tomb...

7 Tips Membuat Website Yang Memiliki Fitur Yang Mudah Digunakan

Pernah gak sih, kamu mengunjungi sebuah website dan langsung merasa frustrasi? Mencari informasi yang dibutuhkan terasa seperti labirin tanpa ujung, tombol-tombolnya tersembunyi, dan desainnya… ya ampun, bikin sakit mata!

Pengalaman buruk seperti ini seringkali membuat kita langsung menutup tab dan mencari website lain yang lebih ramah. Nah, sebagai pemilik bisnis atau pengelola website, tentu kamu gak mau kan website kamu jadi penyebab frustrasi pengunjung?

Kabar baiknya, membuat website yang user-friendly itu gak sesulit yang kamu bayangkan. Artikel ini akan membongkar rahasianya. Kami akan membagikan 7 Tips Membuat Website yang Memiliki Fitur yang Mudah Digunakan, sehingga pengunjung betah berlama-lama di website kamu dan akhirnya menjadi pelanggan setia. Siap? Yuk, simak!

7 Tips Membuat Website yang Memiliki Fitur yang Mudah Digunakan

1. Navigasi yang Jelas dan Intuitif

Navigasi adalah peta jalan bagi pengunjung website kamu. Jika peta jalan ini membingungkan, pengunjung akan tersesat dan akhirnya menyerah.

  • Menu yang Sederhana: Batasi jumlah item di menu utama. Terlalu banyak pilihan justru membuat pengunjung bingung. Pilih kategori yang paling penting dan relevan.

  • Label yang Jelas: Gunakan label yang mudah dimengerti. Hindari jargon teknis atau istilah yang terlalu spesifik. "Tentang Kami" jauh lebih baik daripada "Profil Korporat."

  • Struktur Hierarki yang Logis: Susun halaman-halaman website kamu dalam struktur hierarki yang jelas. Pastikan pengunjung bisa dengan mudah menemukan informasi yang mereka cari.

  • Fitur Pencarian yang Efektif: Sediakan fitur pencarian yang mudah ditemukan dan berfungsi dengan baik. Ini sangat membantu bagi pengunjung yang sudah tahu apa yang mereka cari.

  • Breadcrumbs: Tampilkan breadcrumbs (jejak remah roti) di setiap halaman. Ini membantu pengunjung melihat posisi mereka dalam struktur website dan memudahkan mereka untuk kembali ke halaman sebelumnya.

Navigasi yang baik akan membuat pengalaman menjelajah website menjadi lebih menyenangkan dan efisien.

2. Desain Responsif untuk Semua Perangkat

Di era mobile-first ini, memastikan website kamu responsif adalah sebuah keharusan. Website responsif adalah website yang tampil dengan baik di semua perangkat, mulai dari desktop, laptop, tablet, hingga smartphone.

  • Uji Coba di Berbagai Perangkat: Lakukan pengujian website kamu di berbagai perangkat dan ukuran layar untuk memastikan tampilannya optimal.

  • Gunakan Framework Responsif: Manfaatkan framework CSS responsif seperti Bootstrap atau Foundation untuk memudahkan pengembangan website yang responsif.

  • Optimalkan Gambar: Pastikan gambar-gambar di website kamu dioptimalkan untuk kecepatan loading. Gunakan format gambar yang tepat (misalnya, JPEG untuk foto dan PNG untuk grafik) dan kompres ukuran file gambar tanpa mengurangi kualitasnya secara signifikan.

  • Pertimbangkan Ukuran Font dan Tombol: Pastikan ukuran font dan tombol cukup besar dan mudah diklik di perangkat touchscreen.

Website yang responsif tidak hanya meningkatkan pengalaman pengguna, tetapi juga berdampak positif pada peringkat SEO kamu. Google lebih menyukai website yang mobile-friendly.

3. Kecepatan Loading Website yang Optimal

Kecepatan loading website adalah faktor penting yang seringkali diabaikan. Pengunjung cenderung meninggalkan website yang loadingnya terlalu lama.

  • Optimalkan Gambar: Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, optimalkan gambar untuk kecepatan loading.

  • Minifikasi Kode: Minifikasi kode HTML, CSS, dan JavaScript untuk mengurangi ukuran file.

  • Manfaatkan Caching: Aktifkan caching browser untuk menyimpan file-file statis di komputer pengunjung, sehingga website bisa loading lebih cepat saat mereka kembali lagi.

  • Pilih Hosting yang Tepat: Pilih penyedia hosting yang handal dan memiliki server yang cepat. Hosting yang berkualitas akan memberikan dampak signifikan pada kecepatan loading website kamu.

  • Gunakan CDN (Content Delivery Network): CDN menyimpan salinan website kamu di server-server yang tersebar di seluruh dunia. Ketika pengunjung mengakses website kamu, mereka akan dilayani oleh server CDN terdekat, sehingga kecepatan loadingnya lebih cepat.

Website yang cepat loading tidak hanya meningkatkan pengalaman pengguna, tetapi juga meningkatkan peringkat SEO dan konversi.

4. Konten yang Jelas, Ringkas, dan Relevan

Konten adalah raja. Konten yang berkualitas akan menarik pengunjung, membuat mereka betah berlama-lama di website kamu, dan akhirnya mendorong mereka untuk melakukan tindakan yang kamu inginkan (misalnya, membeli produk, berlangganan newsletter, atau menghubungi kamu).

  • Gunakan Bahasa yang Mudah Dimengerti: Hindari jargon teknis atau bahasa yang terlalu formal. Gunakan bahasa yang mudah dimengerti oleh target audiens kamu.

  • Tulis Paragraf Pendek: Bagi konten kamu menjadi paragraf-paragraf pendek. Paragraf yang panjang dan padat akan membuat pengunjung merasa kewalahan.

  • Gunakan Heading dan Subheading: Gunakan heading dan subheading untuk memecah konten menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan mudah dibaca.

  • Gunakan Bullet Points dan Daftar Bernomor: Gunakan bullet points dan daftar bernomor untuk menyajikan informasi secara ringkas dan terstruktur.

  • Sertakan Visual: Sertakan gambar, video, atau infografis untuk membuat konten kamu lebih menarik dan mudah dipahami.

Konten yang relevan dan berkualitas akan membuat website kamu menjadi sumber informasi yang berharga bagi pengunjung.

5. Tombol Call-to-Action (CTA) yang Menonjol

Tombol CTA adalah elemen penting yang mengarahkan pengunjung untuk melakukan tindakan yang kamu inginkan. Tombol CTA harus menonjol dan mudah ditemukan.

  • Gunakan Warna yang Kontras: Gunakan warna yang kontras dengan latar belakang untuk membuat tombol CTA kamu menonjol.

  • Gunakan Teks yang Jelas dan Singkat: Gunakan teks yang jelas dan singkat untuk memberitahu pengunjung apa yang akan terjadi jika mereka mengklik tombol CTA tersebut. Misalnya, "Beli Sekarang," "Daftar Gratis," atau "Hubungi Kami."

  • Tempatkan Tombol CTA di Lokasi Strategis: Tempatkan tombol CTA di lokasi-lokasi strategis di website kamu, misalnya di bagian atas halaman, di akhir artikel blog, atau di halaman produk.

  • Gunakan Ukuran yang Tepat: Pastikan ukuran tombol CTA cukup besar dan mudah diklik di semua perangkat.

Tombol CTA yang efektif akan meningkatkan konversi dan membantu kamu mencapai tujuan bisnis kamu.

6. Formulir Kontak yang Sederhana

Formulir kontak adalah cara bagi pengunjung untuk menghubungi kamu. Pastikan formulir kontak kamu sederhana dan mudah diisi.

  • Minta Informasi yang Penting Saja: Jangan meminta terlalu banyak informasi. Cukup minta nama, alamat email, dan pesan.

  • Gunakan Bidang yang Jelas: Gunakan bidang yang jelas dan mudah dimengerti. Beri label yang jelas untuk setiap bidang.

  • Sertakan Pesan Konfirmasi: Sertakan pesan konfirmasi setelah pengunjung mengirimkan formulir. Ini memberi tahu mereka bahwa pesan mereka telah berhasil dikirimkan.

  • Lindungi dari Spam: Gunakan CAPTCHA atau reCAPTCHA untuk melindungi formulir kontak kamu dari spam.

Formulir kontak yang mudah digunakan akan meningkatkan peluang kamu untuk mendapatkan leads dan membangun hubungan dengan pelanggan.

7. Uji Coba dan Analisis Secara Berkala

Membuat website yang user-friendly adalah proses yang berkelanjutan. Kamu perlu melakukan uji coba dan analisis secara berkala untuk memastikan website kamu tetap optimal.

  • Gunakan Alat Analisis Web: Gunakan alat analisis web seperti Google Analytics untuk melacak perilaku pengunjung di website kamu. Kamu bisa melihat halaman mana yang paling populer, berapa lama pengunjung menghabiskan waktu di website kamu, dan dari mana pengunjung berasal.

  • Lakukan Uji A/B: Lakukan uji A/B untuk menguji berbagai elemen website kamu, seperti heading, tombol CTA, atau tata letak. Uji A/B memungkinkan kamu untuk melihat versi mana yang menghasilkan kinerja terbaik.

  • Minta Umpan Balik dari Pengguna: Minta umpan balik dari pengguna tentang pengalaman mereka di website kamu. Kamu bisa menggunakan survei online atau mewawancarai pengguna secara langsung.

  • Pantau Peringkat SEO: Pantau peringkat SEO website kamu untuk memastikan website kamu mudah ditemukan di mesin pencari.

Dengan melakukan uji coba dan analisis secara berkala, kamu bisa terus meningkatkan user experience website kamu dan mencapai tujuan bisnis kamu.

Membuat website yang user-friendly memang membutuhkan usaha dan perhatian. Tapi, hasilnya akan sepadan. Website yang ramah pengguna akan menarik lebih banyak pengunjung, meningkatkan konversi, dan membangun loyalitas pelanggan.

Jika kamu merasa kesulitan untuk membuat website yang profesional dan user-friendly, jangan ragu untuk menggunakan jasa pembuatan website dari KerjaKode. Mereka memiliki tim ahli yang berpengalaman dalam merancang dan mengembangkan website yang sesuai dengan kebutuhan bisnis kamu. Mereka juga akan memastikan bahwa website kamu memiliki fitur yang mudah digunakan dan dioptimalkan untuk mesin pencari. Salah satu keunggulan mereka adalah memahami pentingnya user experience dan menerapkan prinsip-prinsip desain yang berpusat pada pengguna. Mereka juga akan membantu kamu mengimplementasikan 7 Tips Membuat Website yang Memiliki Fitur yang Mudah Digunakan yang telah kita bahas di atas.

Kesimpulan

Membuat website yang user-friendly adalah investasi penting untuk kesuksesan bisnis kamu. Dengan menerapkan 7 Tips Membuat Website yang Memiliki Fitur yang Mudah Digunakan yang telah kita bahas, kamu bisa menciptakan website yang menarik, mudah digunakan, dan efektif dalam mencapai tujuan bisnis kamu. Ingatlah untuk selalu mengutamakan pengalaman pengguna dan terus melakukan uji coba dan analisis untuk memastikan website kamu tetap optimal.

Apakah kamu punya pengalaman menarik atau tips tambahan tentang membuat website yang user-friendly? Bagikan di kolom komentar di bawah ini! Mari kita berdiskusi dan saling belajar.

FAQ

1. Berapa biaya untuk membuat website yang user-friendly?

Biaya pembuatan website bervariasi tergantung pada kompleksitas website, fitur yang dibutuhkan, dan penyedia jasa yang kamu pilih. Website sederhana dengan fitur dasar mungkin hanya membutuhkan biaya beberapa juta rupiah, sementara website yang kompleks dengan fitur-fitur canggih bisa menelan biaya puluhan bahkan ratusan juta rupiah. KerjaKode dapat memberikan penawaran harga yang sesuai dengan kebutuhan dan anggaran kamu.

2. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membuat website yang user-friendly?

Waktu yang dibutuhkan untuk membuat website juga bervariasi tergantung pada kompleksitas website. Website sederhana mungkin bisa diselesaikan dalam beberapa minggu, sementara website yang kompleks bisa memakan waktu beberapa bulan.

3. Apa saja alat yang bisa digunakan untuk menguji user experience website?

Ada banyak alat yang bisa digunakan untuk menguji user experience website, di antaranya Google Analytics, Hotjar, Crazy Egg, dan UserTesting.com. Alat-alat ini memungkinkan kamu untuk melacak perilaku pengunjung, melihat rekaman sesi pengguna, dan mendapatkan umpan balik langsung dari pengguna.

Ajie Kusumadhany
Written by

Ajie Kusumadhany

admin

Founder & Lead Developer KerjaKode. Berpengalaman dalam pengembangan web modern dengan Laravel, Vue.js, dan teknologi terkini. Passionate tentang coding, teknologi, dan berbagi pengetahuan melalui artikel.

Promo Spesial Hari Ini!

10% DISKON

Promo berakhir dalam:

00 Jam
:
00 Menit
:
00 Detik
Klaim Promo Sekarang!

*Promo berlaku untuk order hari ini

0
User Online
Halo! 👋
Kerjakode Support Online
×

👋 Hai! Pilih layanan yang kamu butuhkan:

Chat WhatsApp Sekarang